Latest Post

Emas Pertahankan Penurunan pasca Rilis Pembacaan Fed

Written By PT Rifan Financindo Berjangka medan on Thursday, May 19, 2016 | 5/19/2016

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA :
Emas diperdagangkan mendekati level terendah dalam tiga pekan menyusul kekhawatiran bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga sesegera mungkin Juni nanti setelah rilis pembacaan pertemuan pembuat kebijakan Fed bulan lalu mengindikasikan kemungkinan kenaikan.
Bullion untuk pengiriman segera sedikit berubah di levek $ 1,260.18 per ounce pada pukul 8:58 pagi waktu Singapura, menurut harga publik Bloomberg. Pasca rilis pembacaan pada hari Rabu, logam kuning ini tenggelam 1,9 persen ke level $ 1,255.23, yang tercatat sebagai harga terendah sejak 28 April.
Emas jatuh dari level tertinggi 15-bulan seiring investor mencoba untuk mengukur kemungkinan biaya pinjaman AS yang lebih tinggi, yang cenderung melukai permintaan bullion dan meningkatkan dolar. Pembacaan April menunjukkan sebagian besar pembuat kebijakan mengatakan kenaikan akan sesuai pada bulan Juni apabila ekonomi AS terus membaik. Peluang untuk kenaikan bulan depan telah melonjak menjadi 32 persen, dari 4 persen pada Senin, menurut dana berjangka Fed yang dikumpulkan oleh Bloomberg. (sdm)
Sumber: Bloomberg

Dolar AS di Dekat Level Tujuh Minggu Tertinggi

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA :
Indeks dolar di dekat level tertinggi tujuh minggu yang dicapai pada hari Rabu setelah menit pertemuan Federal Reserve mendorong spekulasi bank sentral akan menaikkan suku bunga dengan segera pada Juni.
Franklin Templeton Investments 'John Beck mengatakan dalam sebuah wawancara dari Singapura pada hari Rabu bahwa kebijakan perdagangan divergensi global yang menguntungkan greenback di masa lalu "benar-benar masih terjadi pada tahun 2016." Fund manager memiliki posisi bet pada keuntungan dalam greenback versus euro, yen dan dolar Australia. Mata uang AS mempertahnkan posisi di atas 110 yen setelah melewati psoisi itu pada hari Rabu setelah rilis pembacaan pertemuan Fed yang mengindikasikan pejabat sedang mendekati pengetatan kebijakan.
Bloomberg Dollar Spot Index, yang melacak greenback versus 10 rekan-rekannya, sedikit berubah pada pukul 10:30 pagi waktu Tokyo setelah naik 0,8 persen pada hari Rabu dan meraih penutupan tertinggi sejak 28 Maret silam. Mata uang AS berada di level ¥ 110,10 , dekat dengan level mereka pada hari Rabu di New York, dan naik 0,1 persen ke level $ 1,1228 per euro.
Sumber: Bloomberg

Data PDB Redupkan Isu Stimulus, Saham Jepang Berfluktuasi

Written By PT Rifan Financindo Berjangka medan on Wednesday, May 18, 2016 | 5/18/2016

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA : Saham Jepang berayun dari kerugian ke keuntungan seiring para investor menimbang apakah data yang menunjukkan ekonomi tumbuh lebih cepat dari perkiraan pada kuartal pertama akan mengurangi kebutuhan stimulus lebih lanjut dan penundaan untuk kenaikan pajak penjualan yang direncanakan.
Indeks Topix naik 0,8 persen ke level 1,346.13 pada istirahat makan siang di Tokyo hari ini, berfluktuasi dari kerugian 0,6 persen. Nikkei 225 Stock Average bertambah 0,6 persen ke level 16,753.55 setelah data menunjukkan produk domestik bruto bertambah 1,7 persen pada tingkat tahunan dalam tiga bulan sampai Maret, mengalahkan estimasi ekonom untuk pertumbuhan 0,3 persen, dan mencegah resesi. Perekonomian menyusut dalam revisi 1,7 persen pada kuartal sebelumnya.
Angka GDP lebih kuat dari perkiraan mendukung keputusan mengejutkan Bank of Japan pada pertemuan terakhir untuk mengorbankan stimulus moneter tambahan. Fokus saat ini bergeser kepada apakah Perdana Menteri Shinzo Abe akan memacu kenaikan pajak penjualan yang direncanakan. Pasar meningkat pada hari Senin menyusul laporan surat kabar Nikkei pada akhir pekan bahwa pemerintah berencana untuk menunda kenaikan pajak. Pemerintah sendiri telah membantah laporan itu dan Abe mengatakan kepada parlemen pada hari Selasa bahwa dia akan meneruskan hal itu kecuali jika ada "sesuatu yang serius."
Kontrak pada S & P 500 naik kurang dari 0,1 persen setelah indeks dasar ini merosot 0,9 persen pada hari Selasa. Kerugian berakselerasi dalam perdagangan sore seiring laporan inflasi dan perumahan mendukung spekulasi Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pada awal Juni. (sdm)
Sumber: Bloomberg

Saham Cina Menuju Level 2 Bulan terendah, Hang Seng Jatuh

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA : Saham China menuju penutupan terendah dalam dua bulan, dipimpin oleh saham material dan teknologi, di tengah tanda-tanda perlambatan ekonomi dan meningkatnya kemungkinan kenaikan suku bunga Federal Reserve.
Shanghai Composite Index turun 1 persen, sedangkan indeks perusahaan kecil ChiNext yang diperdagangkan di Shenzhen meraih penurunan terbesar dalam seminggu terkait kekhawatiran pemerintah Cina sedang mempersiapkan untuk melakukan tindakan yang keras pada reverse merger. Hainan Mining Co turun 3 persen di, sementara Dr. Peng Telecom & Media Group Co jatuh ke level terendah sejak Februari.
Presiden Xi Jinping minggu ini berjanji untuk terus maju dengan rencana mengurangi kapasitas pada perusahaan milik negara, bahkan seiring data selama akhir pekan menunjukkan produksi industri, investasi aset tetap dan penjualan ritel meleset dari perkiraan. Kuatnya data harga konsumen di AS dan pernyataan dari beberapa pemimpin Fed mendorong kemungkinan kenaikan suku bunga Juni menjadi 12 persen, dari 4 persen pada hari Senin.
Indeks ekuitas Shanghai berada di level 2,815.2 per 10:16 dan indeks ChiNext kehilangan 1,9 persen ke level 2,042.62. CSI 300 Index turun 0,7 persen, sedangkan kedua Hang Seng China Enterprises Index dan Indeks Hang Seng jatuh 1 persen dan diperdagangkan di level 8.337 dan 19,910.6 masing-masing. (sdm)
Sumber: Bloomberg

Emas Jatuh menyusul Meningkatnya Spekulasi Kenaikan Suku Bunga Fed

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA :
Emas jatuh, menghentikan tiga hari keuntungannya, seiring spekulasi kenaikan suku bunga Federal Reserve tahun ini kembali naik setelah data ekonomi yang lebih kuat dari perkiraan.
Bullion untuk pengiriman segera kehilangan 0,1 persen ke level $ 1,277.65 per ounce pada pukul 8:14 pagi waktu Singapura, menurut harga publik Bloomberg. Logam kuning ini sudah rally 20 persen tahun ini kaseiringrena investor mencari tempat berlindung di tengah gejolak ekuitas, perlambatan pertumbuhan global dan suku bunga negatif di Eropa dan Jepang.
Presiden Fed Atlanta Dennis Lockhart dan San Francisco John Williams mengatakan pada hari Selasa bahwa setidaknya dua kenaikan suku bunga dapat dibenarkan untuk dilakukan tahun ini menyusul terus berkembangnya ekonomi dan kenaikan inflasi. Harga konsumen AS meraih kenaikan terbesar dalam tiga tahun dan konstruksi rumah baru naik, laporan menunjukkan. Pedagang mengkalkulasi peluang untuk kenaikan suku bunga pada pertemuan Federal Open Market Committee bulan depan menjadi 12 persen, naik dari 4 persen pada hari Senin sebelum rilis data, menurut dana berjangka Fed. (sdm)
Sumber: Bloomberg

Market Quotes are powered by Investing.com
Technical Summary Widget Powered by Investing.com
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2013. _ - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger