Trump Batalkan Pertemuan Dengan Korea Utara, Emas Kembali Reli di Atas $ 1.300

Rifan FinancindoEmas reli pada Kamis ini, melonjak kembali di atas level kunci $ 1.300 per ons, karena pasar saham AS, dolar dan imbal hasil Treasury menurun setelah Presiden Donald Trump membatalkan rencana pertemuan dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.
"Tampaknya jelas bahwa lonjakan emas adalah karena pembatalan KTT dengan Korea Utara," Brien Lundin, editor Gold Newsletter, mengatakan kepada MarketWatch.
Emas Juni melonjak $ 15,80, atau 1,2%, lebih tinggi menjadi $ 1,305.40 per ons. Penutupan di sekitar level ini akan menjadi yang tertinggi sejak 14 Mei. Harga telah jatuh pada 17 Mei di $ 1,289.60, terendahnya di 2018 sejauh ini.
Harga untuk logam telah melihat keuntungan yang lebih kecil sebelum berita, menemukan beberapa dukungan karena notulen rapat Federal Reserve bulan Mei tidak mengindikasikan laju kenaikan suku bunga yang lebih agresif segera terjadi. Para pejabat bank sentral mendukung ekspektasi pasar jangka panjang untuk kenaikan suku bunga bulan depan.(mrv)
Sumber: Marketwatch

Emas menetap lebih tinggi, sehari setelah sentuh level terburuk pada 2018

Rifan FinancindoEmas berjangka berakhir dengan kenaikan pada hari Selasa seiring terglincirnya dolar dari level tertinggi beberapa bulan, namun logam mulia ini masih melayang di dekat level terendah tahun ini.
Emas Juni naik $ 1,10, atau sekitar 0,1%, untuk menetap di level $ 1,292 per ounce. Itu lebih dari $ 10 lebih tinggi dari level $ 1,281.20 yang sempat disentuh pada satu titik Senin, level intraday terendah sejak Desember. Sementara itu perak Juli, menguat 5,5 sen, atau 0,3% ke level $ 16,575 per ounce.
Emas terus bertahan di dekat posisi terendah grafik, mengumpulkan sedikit momentum dari faktor geopolitik yang masih berputar di sekitar minyak Iran, perdagangan China dan diplomasi Korea Utara.

Untuk saat ini, fokus di pasar emas tetap pada kekuatan keseluruhan dalam dolar dan diferensial suku bunga yang disukai AS terhadap kekuatan ekonomi lainnya. Investor melihat ke depan untuk rilis pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve pada hari Rabu waktu AS dan sinyal di dalam catatan tersebut untuk kemungkinan kenaikan suku bunga bulan depan dan seterusnya. (Sdm)
Sumber: Marketwatch

Ketiga Penggerak Ini Akan Dukung Emas Dalam Jangka Pendek - ING

Rifan FinancindoBahkan meski emas terus diperdagangkan di bawah level $ 1.300, "kasus mendasar untuk memegang" logam kuning tetap utuh, kata bank Belanda ING, mencatatkan tiga penggerak utama yang akan memberikan dukungan untuk harga.
"Kami melihat permintaan fisik, geopolitik, dan inflasi untuk memberikan dukungan pada logam kuning," kata ahli strategi komoditas ING Oliver Nugent dalam sebuah catatan yang diterbitkan pada hari Jumat.
Harga emas menutup minggu lalu di bawah level $ 1.300 per ounce untuk pertama kalinya tahun ini, setelah membukukan penurunan mingguan terbesar sejak Desember 2017. Penurunan terbesar harian adalah pada hari Selasa di saat logam mulia jatuh lebih dari 2%.
Ketika pasar Asia dibuka pada hari Senin, emas spot di Kitco.com diperdagangkan di level $ 1,290, turun 0,12% pada hari itu, sementara emas berjangka Juni Comex terakhir berada di level $ 1,290.10, turun 0,09% pada hari itu.
ING mengatakan tidak berharap untuk melihat harga emas turun lebih jauh, tetapi melihat gambaran untuk beberapa bulan ke depan menjadi menjemukan sebelum rebound signifikan terlihat.
"Hal-hal seharusnya tidak menjadi lebih buruk, tetapi akan butuh waktu sebelum kita melihat peningkatan," kata Nugent. œKami berharap pemegang jangka panjang / konsumen tetap mempertahankan logam kuning bahkan meski logam ini tetap dijauhi oleh pengelola uang aktif yang berburu untuk pengembalian jangka pendek yang lebih menarik.
Salah satu tanda bahwa emas akan mempertahankan pijakannya adalah kepemilikan ETF, yang meningkat ke level tertinggi sejak 2013 dan menunjukkan sedikit tanda likuidasi setelah penurunan harga, Nugent menambahkan.
Aspek penting lainnya adalah perkiraan ING bahwa dolar AS kemungkinan akan membalikkan rally pada akhir tahun, tertekan oleh ketidakpastian di AS.
"Kami melihat ke kurva yield yang rata dan defisit perdagangan kembar yang berkembang terhadap katalisator yang akan didapatkan dari pemilihan tengah tahun atau perselisihan perdagangan jangka pendek yang dapat menyoroti ketidakpastian kebijakan / politik AS dan menyebabkan pembalikan untuk greenback," kata Nugent. "Dengan penurunan dolar, itu akan menjadi hal yang mendorong pandangan bullish emas kami, mengingat harapan kami untuk inflasi meningkat secara signifikan tahun ini."
Permintaan emas fisik juga akan memainkan peran kunci dalam meningkatkan harga emas, menurut ING.
"Kami tidak berilusi bahwa suku bunga dan mata uang mengarahkan emas di atas segalanya, tetapi dampak dari pengetatan pasar fisik akan memilik peningkatan peran untuk meredam posisi terendah ini," kata Nugent.
Lambatnya permintaan fisik pada kuartal pertama tahun ini kemungkinan merupakan kekecewaan sementara, kata Nugent.
œWorld Gold Council memperkirakan penurunan 7% secara YoY (tahunan) untuk permintaan Q1 yang mana merupakan yang terendah dalam satu dekade dan dipengaruhi banyak oleh penurunan 12% di India. Namun, seperti yang ditunjukkan oleh WGC, permintaan Q1 India untuk sementara dihantam oleh hari-hari yang kurang menguntungkan di kuartal ini (hari-hari yang dianggap beruntung untuk pernikahan). Hanya ada tujuh hari yang menguntungkan di Q1 dibandingkan dengan 33 untuk sisa tahun ini. 
Di atas itu, ada beberapa masalah geopolitik yang dapat kembali dan menambahkan dukungan untuk harga emas, termasuk negosiasi Korea Utara dan kebuntuan perdagangan UE-AS, Nugent menambahkan. (Sdm)
Sumber: Kitco News

Emas Raih Gain Harian Tapi Menderita Penurunan Mingguan Terburuk di 2018

Rifan Financindo - Emas menyelesaikan minggu yang berat ini dengan sedikit kenaikan pada hari Jumat, karena kenaikan dalam imbal hasil Treasury acuan ke level tertingginya sejak 2011 dan kebangkitan dolar AS yang agak moderat. Faktor-faktor tersebut sepanjang minggu dikombinasikan untuk secara meyakinkan menjatuhkan komoditas ke kecenderungan untuk menurun dan penurunan mingguan terburuk dalam lima bulan.
BACA JUGA : Bursa saham Tokyo dibuka lebih tinggi didukung oleh yen
Emas Juni naik $ 1,90, atau hampir 0,2%, untuk berakhir di level $ 1,291.30 per ons. Penyelesaian kontrak pada Kamis di $ 1,289.40 menandai titik terendah untuk kontrak paling aktif sejak akhir Desember, menurut data FactSet. Harga, yang naik tipis pekan lalu setelah tiga penurunan mingguan berturut-turut, berakhir turun 2,2% dari penutupan Jumat lalu, penurunan mingguan terburuk untuk komoditas sejak periode yang berakhir di 8 Desember 2017, ketika emas turun 2,6% untuk minggu ini.(mrv)
Sumber: Marketwatch

 
© 2009 PT Rifan Financindo Berjangka Medan | Powered by Blogger | Built on the Blogger Template Valid X/HTML (Just Home Page) | Design: Choen | PageNav: Abu Farhan